Dampak Rilis Neraca Perdagangan, IHSG Naik Tipis, Rupiah Betah Melemah



 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (15/6/2021), berada di zona hijau usai Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis data neraca perdagangan Mei 2021. Dikutip dari RTI, indeks acuan saham ini naik tipis 8,6 poin atau 0,14 persen ke level 6.089,03. Total nilai transaksi yang diperoleh hari ini sebesar Rp 10,69 triliun dari 19,4 miliar lembar saham yang diperdagangkan.   Sebanyak 183 saham menguat, 334 melemah, serta 135 saham di posisi stagnan. Lagi-lagi investor asing di seluruh pasar melakukan aksi belinya yang mencapai Rp 239,64 miliar.  Adapun saham-saham yang diburu oleh investor asing antara lain BMRI, BBCA, TLKM, GGRM, ITMG, JSMR, SMGR, KLBF, dan CPIN. Sedangkan, saham yang dilepas oleh investor asing yakni BBRI, TBIG, BBTN, JPFA, TOWR, ACES, PTBA, MIKA, dan UNTR. Sementara itu, sejumlah saham yang masuk dalam top gainers di antaranya TBIG naik 130 poin atau 4,28 persen menjadi Rp 3.170, GGRM naik 800 poin atau 2,36 persen menjadi Rp 34.700, ITMG naik 150 poin atau 1 persen menjadi Rp 15.175, dan MDKA naik 40 poin atau 1,40 persen menjadi Rp 2.890. Selain itu, saham-saham yang masuk top losers meliputi MPPA turun 65 poin atau 5,35 persen ke Rp 1.150, JPFA turun 100 poin atau 4,83 persen ke Rp 1.970, ANTM turun 50 poin atau 2,07 persen ke Rp 2.360, UNVR turun 75 poin atau 1,43 persen ke Rp 5.175, dan BBRI turun 120 poin atau 2,76 persen ke Rp 4.230. Di samping itu, posisi kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) di pasar spot masih betah melemah. Dikutip dari Bloomberg, kurs rupiah turun 22,5 poin atau 0,16 persen ke level Rp 14.225 per dollar AS, dibandingkan posisi sebelumnya yang berada di Rp 14.202 per dollar AS. Sementara, kurs tengah rupiah di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia berada pada Rp 14.244 per dollar AS, dari posisi Senin (14/6/2021), di RP 14.222 per dollar AS.  Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.